(BAB 11) Biaya Modal Tertanggung pada perhitungan biaya modal (WACC) dan Evaluasi Kelayakan Finansial
BIAYA MODAL TERTANGGUNG pada perhitungan biaya modal (WACC) dan Evaluasi Kelayakan Finansial
NIM: 222010200195
Dosen Pengampu: Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M.
Prodi: Manajemen
Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Menghitung Biaya Modal dalam Studi Kelayakan Usaha: Studi Kasus Seblak Mantap
1. Bisnis kuliner seperti Seblak Mantap bukan hanya soal rasa yang menggugah selera, tetapi juga soal strategi keuangan yang cermat. Salah satu aspek penting dalam studi kelayakan bisnis adalah
2. Menghitung biaya modal tertanggung
yaitu seberapa besar "harga" yang harus dibayar oleh sebuah bisnis untuk menggunakan modal yang tersedia, baik dari dana sendiri, utang, maupun saham.
3. Apa itu Biaya Modal?
Biaya modal (Cost of Capital) adalah tingkat keuntungan minimum yang harus diperoleh bisnis agar dapat menutupi biaya dana yang digunakan. Biaya ini bisa berasal dari:
• Modal sendiri (equity)
• Utang (debt)
• Saham preferen (preferred stock)
4. Tujuan Penghitungan Biaya Modal
Menghitung biaya modal berguna untuk mengetahui apakah rencana investasi atau ekspansi usaha akan memberikan hasil yang cukup untuk menutupi semua biaya modal tersebut. Ini menjadi dasar untuk analisis lebih lanjut seperti perhitungan:
- WACC (Weighted Average Cost of Capital)
- NPV (Net Present Value)
- ANPV (Adjusted NPV)
5. Studi Kasus: Ekspansi Seblak Mantap
Seblak Mantap ingin membuka cabang baru dengan total kebutuhan dana sebesar Rp60.000.000, yang diperoleh dari:
• Modal sendiri: Rp20.000.000
• Pinjaman bank: Rp30.000.000
• Saham preferen: Rp10.000.000
6. Informasi Keuangan
Dividen saham biasa tahun depan: Rp75/saham
- Harga saham biasa: Rp500
- Pertumbuhan dividen: 2%
- Bunga utang: 5%
- Tarif pajak: 11%
- Dividen saham preferen: Rp60/saham
- Harga saham preferen: Rp500
7. Perhitungan Langkah demi Langkah
Biaya modal sendiri atau Return on Equity (Re) adalah tingkat pengembalian yang diharapkan oleh pemilik saham biasa atas investasinya dalam sebuah usaha. Dalam kasus usaha Seblak Mantap, perhitungan Re menggunakan pendekatan Gordon Growth Model, yaitu sebuah rumus yang umum digunakan untuk menilai nilai wajar saham berdasarkan dividen yang diharapkan dan tingkat pertumbuhannya. Rumus tersebut berbunyi: Re = Dividen tahun depan (D₁) dibagi harga saham saat ini (P₀), kemudian ditambahkan dengan tingkat pertumbuhan dividen tahunan (g). Berdasarkan data yang tersedia, dividen tahun depan adalah Rp75, harga saham saat ini adalah Rp500, dan tingkat pertumbuhan dividen adalah 2% atau 0,02. Maka, perhitungan Re menjadi: 75 dibagi 500 menghasilkan 0,15 (atau 15%), lalu ditambah dengan 0,02, sehingga totalnya adalah 0,17 atau 17%. Dengan demikian, biaya modal sendiri (Re) yang harus dipenuhi oleh usaha Seblak Mantap adalah sebesar 17%. Angka ini menunjukkan bahwa para investor atau pemilik saham mengharapkan tingkat keuntungan minimum sebesar 17% agar investasi mereka dianggap layak dan menguntungkan.
8. Evaluasi Investasi: NPV dan ANPV
Setelah WACC diketahui, kita dapat lanjutkan ke tahap pengambilan keputusan:
• NPV (Net Present Value) digunakan untuk melihat apakah proyek akan memberikan keuntungan bersih.
• ANPV (Adjusted NPV) berguna saat proyek berlangsung lebih dari satu periode atau ketika membandingkan beberapa proyek dengan durasi berbeda.
Jika hasil NPV > 0, maka proyek layak dijalankan secara finansial.
Apakah Seblak Mantap Layak Ekspansi?
Dengan perhitungan biaya modal yang rinci dan hasil WACC sebesar 9.9%, Seblak Mantap dapat menggunakan ini sebagai acuan untuk menilai apakah rencana pembukaan cabang baru memberikan nilai tambah secara finansial. Jika proyeksi keuntungan lebih tinggi dari biaya modal tersebut, maka ekspansi bisnis layak untuk dijalankan.
Kesimpulan
Studi kelayakan bukan hanya menilai ide bisnis secara kasar, melainkan melalui pendekatan yang analitis dan kuantitatif. Menguasai cara menghitung biaya modal dan memahami NPV serta WACC akan sangat membantu Anda dalam menilai potensi investasi secara objektif dan menyakinkan.
Komentar
Posting Komentar