(BAB 8) ASPEK TEKNIK DAN OPERASI dalam STUDI KELAYAKAN BISNIS

                      Aspek Teknis dan Operasi

Nama: Oksi Wijaya Kusuma Efendi

NIM: 222010200195

Dosen Pengampu: Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M.

Prodi: Manajemen

Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo



Aspek Teknik dan Operasi dalam Studi kelayakan bisnis:

Dalam membangun sebuah bisnis, terutama bisnis produksi, tidak cukup hanya bermodal ide dan semangat. Diperlukan juga perencanaan matang yang melibatkan aspek teknis dan operasional. Kedua aspek ini menjadi bagian vital dalam studi kelayakan bisnis karena menyangkut kesiapan perusahaan dalam mengoperasionalkan.

Apa Itu Aspek Teknis dalam Studi Kelayakan Bisnis?

Aspek teknis adalah semua hal yang berkaitan dengan pembangunan dan pengoperasian bisnis secara fisik dan teknis. Artinya, pada bagian ini kita menganalisis kesiapan perusahaan dari segi lokasi, kapasitas produksi, penggunaan mesin, hingga layout pabrik.

Tujuan utama dari analisis aspek teknis adalah:
1. Menentukan lokasi terbaik untuk pabrik dan kantor.
2. Menghitung skala produksi yang ideal agar efisien.
3. Memilih peralatan dan mesin yang tepat guna.
4. Mendesain layout fasilitas yang efisien dan aman.
5. Memilih teknologi yang sesuai dan siap digunakan.

Menentukan Lokasi Bisnis

Pemilihan lokasi adalah keputusan strategis yang bisa menentukan kelangsungan hidup bisnis. Lokasi tidak hanya soal harga tanah, tetapi juga akses ke pasar, bahan baku, tenaga kerja, hingga sarana prasarana. Ada empat jenis lokasi yang perlu dipertimbangkan:

1. Lokasi Kantor Pusat
2. Lokasi Pabrik
3. Lokasi Gudang
4. Lokasi Kantor Cabang
Faktor pertimbangannya meliputi:
a. Dekat dengan pasar dan bahan baku
b. Ketersediaan tenaga kerja
c. Akses transportasi, listrik, dan air
d. Dekat dengan lembaga keuangan & pemerintahan
e. Potensi ekspansi dan regulasi lokal
f.  Luas Produksi vs. Luas Perusahaan

Luas produksi adalah jumlah output yang direncanakan diproduksi dalam satu periode. Sedangkan luas perusahaan lebih mengacu pada skala keseluruhan bisnis, yang bisa dilihat dari:

1. Banyaknya bahan dasar yang digunakan
2. Jenis barang yang dihasilkan
3. Jumlah mesin dan alat produksi
4. Banyaknya pegawai yang terlibat

Perencanaan ini penting agar perusahaan dapat menghasilkan keuntungan maksimal dan tidak kelebihan kapasitas.

Tata Letak (Layout) Pabrik yang Ideal

Layout pabrik yang baik akan berdampak langsung pada efisiensi produksi. Penempatan mesin dan alur proses yang tepat bisa menghemat waktu, biaya, dan tenaga. Kriteria layout yang baik antara lain:

1. Jarak angkut antar bagian pendek
2. Aliran material lancar
3. Penggunaan ruang optimal
4. Aman dan memungkinkan ekspansi

Tipe-tipe layout yang umum digunakan:

1. Layout Proses (Fungsional): berdasarkan jenis pekerjaan/mesin
2. Layout Produk (Garis): alur sesuai urutan produksi
3. Layout Kelompok: kombinasi antara fungsional dan garis

Pemilihan Teknologi dan Peralatan

Pemilihan mesin dan teknologi tidak boleh sembarangan. Ada dua aspek utama yang perlu diperhatikan:

1. Mesin & Peralatan: Sesuai dengan kebutuhan teknologi, harga yang masuk akal, kemudahan perawatan dan suku cadang, umur ekonomis

2. Teknologi: Mudah digunakan oleh tenaga kerja, sesuai dengan bahan baku yang digunakan, potensi pengembangan jangka panjang, telah berhasil digunakan di tempat lain

Kesimpulan: Aspek teknis dalam studi kelayakan bisnis bukan sekadar dokumen formalitas. Ia adalah jantung operasional yang akan menentukan apakah bisnis mampu berjalan dengan efisien, aman, dan kompetitif di pasar. Oleh karena itu, pemahaman dan perencanaan yang matang atas aspek teknis sangat krusial untuk kesuksesan bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ETIKA DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL (BAB 2)

(BAB 4) ASPEK HUKUM DALAM STUDI KELAYAKAN BISNIS