MEMBANGUN TEORI PERILAKU KONSUMEN
MEMBANGUN TEORI PERILAKU KONSUMEN
Nama : Oksi Wijaya Kusuma Efendi
Dosen Pengampu : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M.
Prodi : Manajemen
Fakultas : Bisnis Hukum Ilmu komunikasi Sosial
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Teori perilaku konsumen digunakan untuk memahami bagaimana individu membuat keputusan dalam membeli dan menggunakan produk atau jasa. Ada 2 pendekatan dalam teori perilaku konsumen yang terkenal, yaitu: Pendekatan Marginal Utility (MU) dan Pendekatan Indifference Curve (IC).
A. PENDEKATAN MARGINAL UTILITY (MU)
Pendekatan Marginal Utility adalah teori perilaku konsumen yang membantu konsumen membuat keputusan tentang konsumsi produk atau jasa untuk mencapai keadaan terbaik. Ini juga terkait dengan hukum diminusi, yang menyatakan bahwa manfaat tambahan cenderung menurun seiring dengan peningkatan konsumsi. Pendekatan ini berguna untuk menganalisis perilaku konsumen dan pengambilan keputusan ekonomi.
1. Asumsi Pendekatan MU
- Utility dapat diukur dengan uang
- Hukum Gossen tetap berlaku (The Low of Diminishing Utilitas Marjinal)
- Konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan total yang maksimum
2. Nilai Guna Marginal
Dalam bidang ekonomi, istilah "nilai guna" (Utility), "nilai guna total" (Total Utility) dan "nilai guna marjinal" (Marginal Utility) digunakan untuk menggambarkan tingkat kepuasan atau manfaat yang diperoleh dari suatu barang atau jasa.
a. Nilai Guna (Utility)
b. Nilai Guna Total (Total Utility)
c. Nilai Guna Marginal (Marginal Utility)
d. Nilai Guna Total Maksimal
3. Teori Nilai Guna dan Teori Permintaan
Teori nilai guna dan teori permintaan adalah konsep inti dalam ekonomi yang berkaitan dengan perilaku konsumen dan pasar. Teori nilai guna menjelaskan alasan di balik pilihan konsumen dan bagaimana kepuasan atau manfaat diperoleh dari konsumsi barang atau jasa. Sementara teori permintaan berkaitan dengan bagaimana konsumen merespon perubahan harga suatu barang atau jasa dan bagaimana faktor-faktor lain mempengaruhi tingkat permintaan. Kedua teori ini membantu menganalisis dinamika pasar dan memprediksi perilaku konsumen, memberikan wawasan yang penting bagi pengambil kebijakan ekonomi dan pelaku bisnis.
4. Surplus Konsumen
Surplus konsumen adalah kelebihan kepuasan atau manfaat yang didapat oleh konsumen ketika membeli produk dengan harga yang lebih rendah daripada harga maksimum yang mereka bersedia bayar. Surplus ini dapat diukur dengan mengurangi harga yang sebenarnya dibayar oleh konsumen dari harga maksimum yang mereka bersedia bayar. Surplus konsumen penting untuk memahami efisiensi pasar dan dampak perubahan kebijakan atau harga pada kesejahteraan konsumen.
B. PENDEKATAN INDIFFERENCE CURVE (IC)
Garis anggaran adalah konsep penting dalam analisis perilaku konsumen, yang menggambarkan kombinasi barang dan jasa yang dapat dibeli oleh konsumen dengan pendapatan dan harga pasar yang ada. Garis anggaran mencerminkan keterbatasan anggaran konsumen dan memperlihatkan berbagai kombinasi barang dan jasa yang dapat diakses oleh konsumen pada tingkat pendapatan dan harga tertentu. Perubahan harga atau pendapatan dapat memengaruhi keputusan konsumen, dan garis anggaran berkontribusi pada pembentukan kurva permintaan dalam suatu pasar.
4. Akibat Perubahan Harga (Price Effect) dan Perubahan Pendapatan (Income Effect)
Perubahan harga dan pendapatan mempengaruhi perilaku konsumen dan jumlah barang atau jasa yang diminta. Konsep ini dibagi menjadi dua aspek utama: efek harga dan efek pendapatan. Efek harga terkait dengan perubahan harga barang atau jasa dan dampaknya pada jumlah barang atau jasa yang diminta. Efek pendapatan terkait dengan perubahan pendapatan konsumen dan dampaknya pada jumlah barang atau jasa yang diminta. Price effect terdiri dari efek substitusi dan efek pendapatan. Efek pendapatan memengaruhi perilaku konsumen terhadap substitusi dan harga. Price effect dan income effect dapat bekerja sama dan memiliki dampak yang kompleks tergantung pada elastisitas harga dan karakteristik barang atau jasa. Analisis ini memberikan wawasan tentang bagaimana konsumen merespons perubahan harga dan pendapatan yang memengaruhi keputusan konsumsi dan perilaku pasar.
5. Kepuasan Total Maksimum
Kepuasan total maksimum adalah jumlah kepuasan total yang dinikmati konsumen dari mengkonsumsi sejumlah barang hingga kepuasan terbesar. Konsumen harus mengalokasikan dan mengoptimalkan penggunaan barang yang terbatas untuk mencapai kepuasan total maksimum. Pendekatan untuk menggambarkan kepuasan total maksimum konsumen meliputi pendekatan Marginal Utility, Kurva Indiferen, dan Ordinal. Konsumen harus mempertimbangkan harga dan ketersediaan barang serta menggunakan metode pengambilan keputusan untuk mencapai kepuasan total maksimum.
Gambar Kurva Kepuasan Total Maksimum
Kurva diatas menjelaskan tentang keadaan, bahwa seornag konsumen akan mencapai kepuasan yang maksimum (total) apabila ia mencapai titik dimana garis anggaran pengeluaran menyinggung kurva kepuasan sama. Pada titik E yang menunjukkan bahwa gabungan barang yang memberikan kepuasan yang paling maksimum pada konsumen teridiri dari 18 unit makanan dan 10 unit pakaian.
References:
Setiawan, Azril Dwi., Yamani Achmad, Zaki., Winati, Famila, Dwi., (2022). Pengukuran Kepuasan Konsumen Menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (ipa) (Studi Kasus UMKM Ahul Saleh). Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JIMIT), 1(4), 286-295.
Supriyanto, Rawung,Stanny Sicilia. 2023. BUKU AJAR EKONOMI MIKRO MENENGAH ( Kajian perilaku konsumen dan teori permainan). Jambi: PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Dewi, Wayan Weda Asmara, dkk. 2022. Teori Perilaku Konsumen. Malang: UB Press.



Komentar
Posting Komentar