MEMBANGUN TEORI PERILAKU KONSUMEN

MEMBANGUN TEORI PERILAKU KONSUMEN

 Nama                          : Oksi Wijaya Kusuma Efendi

Nim                              : 222010200195

 Dosen Pengampu        : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M.

 Prodi                            : Manajemen

Fakultas                        : Bisnis Hukum Ilmu komunikasi Sosial

                                       Universitas Muhammadiyah Sidoarjo 

Teori perilaku konsumen digunakan untuk memahami bagaimana individu membuat keputusan dalam membeli dan menggunakan produk atau jasa. Ada 2 pendekatan dalam teori perilaku konsumen yang terkenal, yaitu: Pendekatan Marginal Utility (MU) dan Pendekatan Indifference Curve (IC).

A.   PENDEKATAN MARGINAL UTILITY (MU)

Pendekatan Marginal Utility adalah teori perilaku konsumen yang membantu konsumen membuat keputusan tentang konsumsi produk atau jasa untuk mencapai keadaan terbaik. Ini juga terkait dengan hukum diminusi, yang menyatakan bahwa manfaat tambahan cenderung menurun seiring dengan peningkatan konsumsi. Pendekatan ini berguna untuk menganalisis perilaku konsumen dan pengambilan keputusan ekonomi.

1. Asumsi Pendekatan MU

  • Utility dapat diukur dengan uang
  • Hukum Gossen tetap berlaku (The Low of Diminishing Utilitas Marjinal)
  • Konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan total yang maksimum

2. Nilai Guna Marginal

Dalam bidang ekonomi, istilah "nilai guna" (Utility), "nilai guna total" (Total Utility) dan "nilai guna marjinal" (Marginal Utility) digunakan untuk menggambarkan tingkat kepuasan atau manfaat yang diperoleh dari suatu barang atau jasa.

a. Nilai Guna (Utility)

Nilai guna merujuk pada kepuasan atau manfaat yang didapat oleh seseorang dari suatu barang atau jasa. Preferensi dan kebutuhan individu berbeda-beda, sehingga nilai guna dapat bervariasi dari satu orang ke orang lainnya. Konsep nilai guna membantu menjelaskan mengapa orang memilih untuk mengkonsumsi satu barang atau jasa tertentu dibandingkan yang lain. 

b. Nilai Guna Total (Total Utility)

Konsep utilitas total berkaitan dengan kepuasan atau manfaat agregat yang diperoleh dari konsumsi sejumlah barang atau jasa tertentu dalam jangka waktu tertentu. Intinya, utilitas total dapat digunakan untuk mengukur sejauh mana tingkat kepuasan atau manfaat berubah dengan peningkatan atau penurunan konsumsi.

c. Nilai Guna Marginal (Marginal Utility)

Nilai guna marjinal adalah perubahan dalam nilai guna yang muncul dari konsumsi tambahan satu unit barang atau jasa. Konsep ini menjelaskan bahwa manfaat tambahan biasanya berkurang seiring dengan konsumsi yang lebih tinggi. Hukum nilai guna marjinal menyatakan bahwa nilai guna marjinal cenderung menurun seiring dengan peningkatan konsumsi.

d. Nilai Guna Total Maksimal

Nilai utilitas total maksimum mengacu pada tingkat kepuasan atau manfaat tertinggi yang diperoleh dari mengkonsumsi barang atau jasa. Mencapai nilai utilitas total maksimum membutuhkan alokasi sumber daya yang efisien, kepatuhan terhadap hukum utilitas marjinal, pertimbangan preferensi individu, kondisi pasar, dan perubahan keadaan pribadi. Namun, nilai utilitas total maksimum bersifat relatif dan dapat bervariasi berdasarkan faktor individu dan situasional.

3. Teori Nilai Guna dan Teori Permintaan

Teori nilai guna dan teori permintaan adalah konsep inti dalam ekonomi yang berkaitan dengan perilaku konsumen dan pasar. Teori nilai guna menjelaskan alasan di balik pilihan konsumen dan bagaimana kepuasan atau manfaat diperoleh dari konsumsi barang atau jasa. Sementara teori permintaan berkaitan dengan bagaimana konsumen merespon perubahan harga suatu barang atau jasa dan bagaimana faktor-faktor lain mempengaruhi tingkat permintaan. Kedua teori ini membantu menganalisis dinamika pasar dan memprediksi perilaku konsumen, memberikan wawasan yang penting bagi pengambil kebijakan ekonomi dan pelaku bisnis.

4. Surplus Konsumen

Surplus konsumen adalah kelebihan kepuasan atau manfaat yang didapat oleh konsumen ketika membeli produk dengan harga yang lebih rendah daripada harga maksimum yang mereka bersedia bayar. Surplus ini dapat diukur dengan mengurangi harga yang sebenarnya dibayar oleh konsumen dari harga maksimum yang mereka bersedia bayar. Surplus konsumen penting untuk memahami efisiensi pasar dan dampak perubahan kebijakan atau harga pada kesejahteraan konsumen.

B. PENDEKATAN INDIFFERENCE CURVE (IC)

Pendekatan Kurva Indifferensi adalah konsep penting dalam teori perilaku konsumen dalam ekonomi mikro. Konsep dasarnya adalah bahwa konsumen memiliki berbagai kombinasi barang atau jasa yang memberikan tingkat kepuasan yang sama. Kurva Indifferensi adalah grafik yang menunjukkan semua kombinasi barang atau jasa yang memberikan tingkat kepuasan yang sama bagi konsumen. Prinsip Kesuburan yang Berkurang adalah konsep penting dalam pendekatan ini yang menyatakan bahwa seiring konsumsi tambahan suatu barang, konsumen akan mengalami penurunan kepuasan tambahan dari setiap unit tambahan. Pendekatan ini membentuk landasan bagi teori permintaan dan penawaran. 
                                              
        Gambar Kurva Indeferen Konsumen                                                                                                  Gambar Kurva Kumpulan Indeferen Konsumen
1. Asumsi Indefference Curve (IC)
a. Konsumen mempunyai pola preferensi akan barang-barang konsumsi (misalnya X dan Y) dalam bentuk Indifference Map atau Kumpulan Indiferen.
b. Konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu
c. Konsumen selalu berusaha untuk mencapai kepuasan maksimum.
2. Ciri-Ciri Kurva IC
a. Kurvanya turun dari kiri atas ke kanan bawah.
b. Cembung kearah Origin.
c. Tidak saling berpotongan.
d. Terletak di kanan atas menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi.
3. Garis Anggaran Pengeluaran

Garis anggaran adalah konsep penting dalam analisis perilaku konsumen, yang menggambarkan kombinasi barang dan jasa yang dapat dibeli oleh konsumen dengan pendapatan dan harga pasar yang ada. Garis anggaran mencerminkan keterbatasan anggaran konsumen dan memperlihatkan berbagai kombinasi barang dan jasa yang dapat diakses oleh konsumen pada tingkat pendapatan dan harga tertentu. Perubahan harga atau pendapatan dapat memengaruhi keputusan konsumen, dan garis anggaran berkontribusi pada pembentukan kurva permintaan dalam suatu pasar.

4. Akibat Perubahan Harga (Price Effect) dan Perubahan Pendapatan (Income Effect)

Perubahan harga dan pendapatan mempengaruhi perilaku konsumen dan jumlah barang atau jasa yang diminta. Konsep ini dibagi menjadi dua aspek utama: efek harga dan efek pendapatan. Efek harga terkait dengan perubahan harga barang atau jasa dan dampaknya pada jumlah barang atau jasa yang diminta. Efek pendapatan terkait dengan perubahan pendapatan konsumen dan dampaknya pada jumlah barang atau jasa yang diminta. Price effect terdiri dari efek substitusi dan efek pendapatan. Efek pendapatan memengaruhi perilaku konsumen terhadap substitusi dan harga. Price effect dan income effect dapat bekerja sama dan memiliki dampak yang kompleks tergantung pada elastisitas harga dan karakteristik barang atau jasa. Analisis ini memberikan wawasan tentang bagaimana konsumen merespons perubahan harga dan pendapatan yang memengaruhi keputusan konsumsi dan perilaku pasar.

5. Kepuasan Total Maksimum

Kepuasan total maksimum adalah jumlah kepuasan total yang dinikmati konsumen dari mengkonsumsi sejumlah barang hingga kepuasan terbesar. Konsumen harus mengalokasikan dan mengoptimalkan penggunaan barang yang terbatas untuk mencapai kepuasan total maksimum. Pendekatan untuk menggambarkan kepuasan total maksimum konsumen meliputi pendekatan Marginal Utility, Kurva Indiferen, dan Ordinal. Konsumen harus mempertimbangkan harga dan ketersediaan barang serta menggunakan metode pengambilan keputusan untuk mencapai kepuasan total maksimum.

                                                  

                                                                                                           Gambar Kurva Kepuasan Total Maksimum

Kurva diatas menjelaskan tentang keadaan, bahwa seornag konsumen akan mencapai kepuasan yang maksimum (total) apabila ia mencapai titik dimana garis anggaran pengeluaran menyinggung kurva kepuasan sama. Pada titik E yang menunjukkan bahwa gabungan barang yang memberikan kepuasan yang paling maksimum pada konsumen teridiri dari 18 unit makanan dan 10  unit pakaian.

References:

Setiawan, Azril Dwi., Yamani Achmad, Zaki., Winati, Famila, Dwi., (2022). Pengukuran Kepuasan Konsumen Menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (ipa) (Studi Kasus UMKM Ahul Saleh). Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JIMIT), 1(4), 286-295.

Supriyanto, Rawung,Stanny Sicilia. 2023. BUKU AJAR EKONOMI MIKRO MENENGAH ( Kajian perilaku konsumen dan teori permainan). Jambi: PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Dewi, Wayan Weda Asmara, dkk. 2022. Teori Perilaku Konsumen. Malang: UB Press.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

ETIKA DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL (BAB 2)

(BAB 8) ASPEK TEKNIK DAN OPERASI dalam STUDI KELAYAKAN BISNIS

(BAB 4) ASPEK HUKUM DALAM STUDI KELAYAKAN BISNIS