PERUSAHAAN DAN TEORI PRODUKSI
PERUSAHAAN DAN TEORI PRODUKSI
A. Organisasi Perusahaan
Perusahaan merupakan sebuah entitas yang mengorganisir faktor-faktor produksi untuk menciptakan barang dan jasa. Terdapat tiga jenis perusahaan pada umumnya, yaitu perusahaan perseorangan, kerjasama usaha - perkongsian atau firma, dan perseroan terbatas (PT), beikut penjelasannya:
B. Fungsi Produksi dengan Satu Input Variable
Hukum hasil lebih yang semakin berkurang menjelaskan bagaimana produksi total akan semakin berkurang setelah mencapai tingkat tertentu, meskipun jumlah tenaga kerja terus ditambah. Hukum ini hanya mengasumsikan faktor produksi dan teknologi tidak berubah. Namun, faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi produksi dan harus dipertimbangkan dalam rangka meminimumkan biaya dan mencapai tingkat produksi tertentu. Dalam dunia ekonomi, pemahaman tentang hukum ini dapat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam kegiatan produksinya.
2. Kurva Produksi Total, Produksi Rata-Rata dan Produksi Marijnal
C. Fungsi Produksi dengan Dua Input Variable
Pembahasan fungsi produksi jangka panjang melibatkan seluruh input yang bersifat variabel, dan perusahaan dapat memutuskan perpaduan input yang digunakan untuk menghasilkan output yang sama. Untuk menganalisis produksi jangka panjang, perlu memahami kurva isoquant dan garis isocost.
1. Kurva Produksi Sama (Isoquant Curve)Kurva produksi sama atau isoquant adalah konsep dalam ekonomi mikro yang menunjukkan kombinasi input yang menghasilkan tingkat output yang sama. Isoquant menurun dari kiri atas ke kanan bawah, mencerminkan hukum hasil yang berkurang. Kurva ini digunakan bersamaan dengan isocost line, yang menunjukkan kombinasi input yang dapat dibeli dengan biaya yang sama. Titik temu antara isoquant dan isocost line menunjukkan kombinasi input yang paling efisien dari sudut biaya untuk mencapai tingkat output tertentu. Marginal Rate of Technical Substitution (MRTS) adalah konsep yang digunakan dalam konteks kurva produksi sama. Ini menggambarkan seberapa banyak satu input dapat digantikan oleh input lainnya tanpa mengubah tingkat output. Kurva produksi sama membantu perusahaan untuk membuat keputusan tentang cara yang paling efisien dari segi biaya untuk mencapai tujuan produksi mereka.
2. Ciri-ciri Kurva Produksi Sama
1. Kurvanya turun dari kiri atas ke kanan bawah2. Cembung kearah Origin atau titik 03. Tidak saling berpotongan4. Kurva yang terletak di kanan atas menunjukkan jumlah produksi yang lebih banyak.D. Garis Ongkos Sama (Isocost)
Pembahasan fungsi produksi jangka panjang melibatkan seluruh input yang bersifat variabel, dan perusahaan dapat memutuskan perpaduan input yang digunakan untuk menghasilkan output yang sama. Untuk menganalisis produksi jangka panjang, perlu memahami kurva isoquant dan garis isocost.
Kurva produksi sama atau isoquant adalah konsep dalam ekonomi mikro yang menunjukkan kombinasi input yang menghasilkan tingkat output yang sama. Isoquant menurun dari kiri atas ke kanan bawah, mencerminkan hukum hasil yang berkurang. Kurva ini digunakan bersamaan dengan isocost line, yang menunjukkan kombinasi input yang dapat dibeli dengan biaya yang sama. Titik temu antara isoquant dan isocost line menunjukkan kombinasi input yang paling efisien dari sudut biaya untuk mencapai tingkat output tertentu. Marginal Rate of Technical Substitution (MRTS) adalah konsep yang digunakan dalam konteks kurva produksi sama. Ini menggambarkan seberapa banyak satu input dapat digantikan oleh input lainnya tanpa mengubah tingkat output. Kurva produksi sama membantu perusahaan untuk membuat keputusan tentang cara yang paling efisien dari segi biaya untuk mencapai tujuan produksi mereka.
2. Ciri-ciri Kurva Produksi Sama
Isocost adalah konsep ekonomi mikro yang menggambarkan kombinasi input yang dapat dibeli dengan biaya yang sama. Ini digunakan bersama dengan isoquant untuk menemukan kombinasi input yang paling efisien dalam mencapai tingkat output tertentu. Gradien dari isocost menunjukkan biaya tambahan untuk mengganti satu input dengan input lainnya. Isocost membantu perusahaan membuat keputusan tentang pengalokasian sumber daya mereka dalam proses produksi untuk mencapai tingkat output tertentu dengan biaya yang minimal.
E. Meminimumkan Ongkos atau Memaksimalkan Produksi
Isocost adalah konsep ekonomi mikro yang menggambarkan kombinasi input yang dapat dibeli dengan biaya yang sama. Ini digunakan bersama dengan isoquant untuk menemukan kombinasi input yang paling efisien dalam mencapai tingkat output tertentu. Gradien dari isocost menunjukkan biaya tambahan untuk mengganti satu input dengan input lainnya. Isocost membantu perusahaan membuat keputusan tentang pengalokasian sumber daya mereka dalam proses produksi untuk mencapai tingkat output tertentu dengan biaya yang minimal.
Dalam pengambilan keputusan produksi, perusahaan harus mempertimbangkan apakah akan meminimumkan ongkos atau memaksimalkan produksi. Keputusan tersebut dipengaruhi oleh kondisi pasar, tujuan perusahaan, dan batasan sumber daya. Perusahaan dapat meminimumkan ongkos dengan memilih kombinasi input yang paling efisien, memilih teknologi produksi yang paling efisien, dan mempertimbangkan keputusan jangka panjang. Sementara itu, perusahaan dapat memaksimalkan produksi dengan mempertimbangkan permintaan pasar, strategi pemasaran, dan keuntungan skala. Dalam beberapa kasus, perusahaan dapat mencari keseimbangan antara kedua tujuan untuk mencapai tujuan yang optimal.
Reference:
Pristyadi, Budiyono dan Sukaris. (2017). PENGANTAR TEORI EKONOMI MIKRO Pendekatan Teoritis Praktis. Sidoarjo: Indomedia Pustaka.
Abubakar, Darwis, dkk. (2019). Analisis Pengaruh Kredit terhadap Efisiensi Usahatani Padi di Pulau Jawa. Jurnal Ekonomi dan kebijakan Pembangunan, 8(2), 120-144.
Noelsa, Resa dan Eti Kurniati. (2022). Analisis Marginal Rate of Technical Substitution (MRTS) pada Fungsi Produksi Cobb-Douglas, 2(2), 123-129.





Komentar
Posting Komentar