PERUSAHAAN DAN TEORI PRODUKSI

PERUSAHAAN DAN TEORI PRODUKSI

Nama                    : Oksi Wijaya Kusuma Efendi
Nim                       : 222010200195
Prodi                     : Manajemen
Dosen Pengampu  : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M.
Fakultas                 : Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial
Univeritas Muhammadiyah Sidoarjo

A. Organisasi Perusahaan

Perusahaan merupakan sebuah entitas yang mengorganisir faktor-faktor produksi untuk menciptakan barang dan jasa. Terdapat tiga jenis perusahaan pada umumnya, yaitu perusahaan perseorangan, kerjasama usaha - perkongsian atau firma, dan perseroan terbatas (PT), beikut penjelasannya: 

1. Perusahaan Perorangan
Perusahaan Perorangan dimiliki oleh satu orang yang bertanggung jawab atas keputusan, laba/rugi, dan hutang piutang dari perusahaan tersebut. Contohnya adalah penjual sate, toko makanan, dan sejenisnya.
2. Perusahaan Firma (Perkongsian) dan Teori Produksi 
Perusahaan Firma (Perkongsian) dan Teori Produksi mengacu pada perusahaan yang dimiliki oleh dua atau lebih individu. Setiap pemilik memperoleh kewenangan untuk mengelola perusahaan tersebut dan bersama-sama bertanggung jawab atas semua aktivitas yang terjadi dalam perusahaan. Contohnya, dapat mencakup VC, Fa, dan lain sebagainya.
3. Perusahaan Perseoan Terbatas (PT)
Perusahaan perseorangan dimiliki oleh satu orang saja dan memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas. Terdapat dua jenis usaha perseorangan, yaitu yang berizin dan yang tidak berizin. Kerjasama usaha adalah bentuk badan usaha yang didirikan oleh beberapa orang dengan menggunakan nama bersama atau satu nama digunakan bersama. Pada kerjasama usaha, semua anggota bertanggung jawab sepenuhnya baik sendiri-sendiri maupun bersama terhadap utang-utang perusahaan kepada pihak lain. Sedangkan perseroan terbatas (PT) adalah badan hukum yang menjalankan usaha dengan modal terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya. Pemilik PT tidak terikat secara pribadi dengan utang-utang perusahaan. Sebagai badan hukum, PT juga memiliki kekayaan, hak, dan kewajiban sendiri yang terpisah dari kekayaan, hak, dan kewajiban para pendiri atau pemilik. Contoh PT di Indonesia antara lain Pertamina, PLN, dan Garuda Indonesia.

B. Fungsi Produksi dengan Satu Input Variable

1. Hukum Hasil Lebih yang Semakin Berkurang

Hukum hasil lebih yang semakin berkurang menjelaskan bagaimana produksi total akan semakin berkurang setelah mencapai tingkat tertentu, meskipun jumlah tenaga kerja terus ditambah. Hukum ini hanya mengasumsikan faktor produksi dan teknologi tidak berubah. Namun, faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi produksi dan harus dipertimbangkan dalam rangka meminimumkan biaya dan mencapai tingkat produksi tertentu. Dalam dunia ekonomi, pemahaman tentang hukum ini dapat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam kegiatan produksinya.

Gambar Tabel Pengaruh perubahan tenaga kerja ke atas tingkat produksi total sesuatu barang pertanian
Keterangan:
TP: Total Product (Total Produksi)
AP: Average Product (Produksi rata-rata)
MP: Marginal Product (Produksi marjinal)

Terlihat pada gambar tabel diatas, pada kolom 5 yang menunjukkan angka MP, yaitu tambahan produksi yang diakibatkan oleh pertambahan satu tenaga kerja yang digunakan. Persamaan yang digunakan untuk menghitung MP dan AP adalah : 
Contoh perhitungan pada nilai pertama MP, yaitu 200 yang terdapat pada kolom 5, berikut cara hitungnya:
       Keterangan:
 ΔTP: Jumlah Total Product
ΔL   : Jumlah tenaga kerja
Seterusnya menggunakan cara diatas jika ingin mencari MP yang lainnya. Berikutnya yaitu AP yang ditunjukkan oleh kolom 4, berikut persamaan yang digunakan untuk mencari AP:
       Keterangan:
       AP: Rata-rata produksi
       TP: Total Produk
                           L :  Tenaga Kerja

Perhitungan disamping adalah hasil AP dari kolom 4 pada baris tahap II. TP = 880 yang berada di baris bagian tahap II pada kolom TP 3, dan L= 4 yang berada dikolom TK 2 pada baris bagian tahap II, yang kemudian hasilnya berada pada kolom AP 4 yaitu 220.
Seperti yang terlihat pada kolom 4 yang menunjukan bahwa dalam tahap pertama jumlah rata-rata produk nya semakin bertambah besar. Rata-rata produksi mencapai jumlah yang paling tinggi pada waktu jumlah tenaga kerja adalah 4, yaitu pada permulaan tahap II . Sesudah produksi rata-rata semakin lama semakin kecil jumlahnya. 

2. Kurva Produksi Total, Produksi Rata-Rata dan Produksi Marijnal

Kurva produksi total, produksi rata-rata, dan produksi marjinal penting dalam menggambarkan hubungan antara input dan output dalam produksi suatu perusahaan. Kurva produksi total menunjukkan total output yang dihasilkan pada setiap tingkat penggunaan input, sedangkan kurva produksi rata-rata menggambarkan produksi rata-rata per unit input. Kurva produksi marjinal menunjukkan perubahan dalam produksi total yang disebabkan oleh penambahan satu unit input tambahan. Hubungan ketiganya dapat membantu para ekonom memahami penggunaan input yang optimal untuk mencapai efisiensi ekonomis.










Gambar Kurva Total produksi, rata-rata produksi dan produksi marjinal.
Kurva diatas menggambarkan hakekat keterkaitan output dan input yang dibedakan dalam 3 tahap:
Tahap I: Total Product (TP) mengalami perubahan yang semakin meningkat.
Tahap II: Penambahan TP semakin lama semakin menurun.
Tahap III: TP semakin mengecil, atau semakin lama semakin kecil.

C. Fungsi Produksi dengan Dua Input Variable

Pembahasan fungsi produksi jangka panjang melibatkan seluruh input yang bersifat variabel, dan perusahaan dapat memutuskan perpaduan input yang digunakan untuk menghasilkan output yang sama. Untuk menganalisis produksi jangka panjang, perlu memahami kurva isoquant dan garis isocost. 

1. Kurva Produksi Sama (Isoquant Curve)

Kurva produksi sama atau isoquant adalah konsep dalam ekonomi mikro yang menunjukkan kombinasi input yang menghasilkan tingkat output yang sama. Isoquant menurun dari kiri atas ke kanan bawah, mencerminkan hukum hasil yang berkurang. Kurva ini digunakan bersamaan dengan isocost line, yang menunjukkan kombinasi input yang dapat dibeli dengan biaya yang sama. Titik temu antara isoquant dan isocost line menunjukkan kombinasi input yang paling efisien dari sudut biaya untuk mencapai tingkat output tertentu. Marginal Rate of Technical Substitution (MRTS) adalah konsep yang digunakan dalam konteks kurva produksi sama. Ini menggambarkan seberapa banyak satu input dapat digantikan oleh input lainnya tanpa mengubah tingkat output. Kurva produksi sama membantu perusahaan untuk membuat keputusan tentang cara yang paling efisien dari segi biaya untuk mencapai tujuan produksi mereka.

2. Ciri-ciri Kurva Produksi Sama

1. Kurvanya turun dari kiri atas ke kanan bawah
2. Cembung kearah Origin atau titik 0
3. Tidak saling berpotongan
4. Kurva yang terletak di kanan atas menunjukkan jumlah produksi yang lebih banyak.
D. Garis Ongkos Sama (Isocost)

Isocost adalah konsep ekonomi mikro yang menggambarkan kombinasi input yang dapat dibeli dengan biaya yang sama. Ini digunakan bersama dengan isoquant untuk menemukan kombinasi input yang paling efisien dalam mencapai tingkat output tertentu. Gradien dari isocost menunjukkan biaya tambahan untuk mengganti satu input dengan input lainnya. Isocost membantu perusahaan membuat keputusan tentang pengalokasian sumber daya mereka dalam proses produksi untuk mencapai tingkat output tertentu dengan biaya yang minimal.

E. Meminimumkan Ongkos atau Memaksimalkan Produksi

Dalam pengambilan keputusan produksi, perusahaan harus mempertimbangkan apakah akan meminimumkan ongkos atau memaksimalkan produksi. Keputusan tersebut dipengaruhi oleh kondisi pasar, tujuan perusahaan, dan batasan sumber daya. Perusahaan dapat meminimumkan ongkos dengan memilih kombinasi input yang paling efisien, memilih teknologi produksi yang paling efisien, dan mempertimbangkan keputusan jangka panjang. Sementara itu, perusahaan dapat memaksimalkan produksi dengan mempertimbangkan permintaan pasar, strategi pemasaran, dan keuntungan skala. Dalam beberapa kasus, perusahaan dapat mencari keseimbangan antara kedua tujuan untuk mencapai tujuan yang optimal.

Reference:

Pristyadi, Budiyono dan Sukaris. (2017). PENGANTAR TEORI EKONOMI MIKRO Pendekatan Teoritis Praktis. Sidoarjo: Indomedia Pustaka.

Abubakar, Darwis, dkk. (2019). Analisis Pengaruh Kredit terhadap Efisiensi Usahatani Padi di Pulau Jawa. Jurnal Ekonomi dan kebijakan Pembangunan, 8(2), 120-144.

 Noelsa, Resa dan Eti Kurniati. (2022). Analisis Marginal Rate of Technical Substitution (MRTS) pada Fungsi Produksi Cobb-Douglas, 2(2), 123-129.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ETIKA DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL (BAB 2)

(BAB 8) ASPEK TEKNIK DAN OPERASI dalam STUDI KELAYAKAN BISNIS

(BAB 4) ASPEK HUKUM DALAM STUDI KELAYAKAN BISNIS