FUNGSI MANAJEMEN

Manajemen Operasional: Strategi untuk Menciptakan Nilai dalam Bisnis

Nama: Oksi Wijaya Kusuma Efendi
NIM: 222010200195
Dosen Pengampu: Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M. 
Prodi: Manajemen
Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo


1. Pengertian Operasi dan Pertumbuhan Ekonomi Global

Operasi adalah aktivitas yang terlibat dalam pembuatan produk barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Seiring dengan perubahan ekonomi global, sektor jasa mengalami pertumbuhan pesat dibandingkan dengan sektor barang. Jasa kini menyumbang sekitar 70% dari PDB global, sementara barang hanya sekitar 25%. Contoh sektor jasa yang tumbuh signifikan meliputi e-commerce, layanan kesehatan, dan pendidikan.

Operasi (produksi) adalah serangkaian kegiatan yang mengubah input (bahan baku, tenaga kerja, mesin, dll) menjadi output (produk jadi atau jasa). Dalam kata lain, operasi produksi adalah proses pembuatan barang atau jasa. Operasi produksi dapat membantu tim produk dengan menyederhanakan tugas rutin, meningkatkan komunikasi, dan memastikan tim bertanggung jawab atas hasil mereka yang merujuk pada semua aktifitas yang terlibat dalam pembuatan produk barang dan jasa untuk pelanggan. 

Berdasarkan gambar yang diberikan:

  1. Gambar 7.1: Ketenagakerjaan Global di Sektor Barang : Tren menunjukkan penurunan persentase tenaga kerja di sektor barang selama periode tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin sedikit tenaga kerja yang terserap di sektor ini, mungkin karena meningkatnya otomatisasi, efisiensi produksi, atau pergeseran ekonomi ke sektor lain seperti jasa. Diagram ini menunjukkan persentase tenaga kerja global yang bekerja di sektor barang (manufaktur, produksi, dan sektor terkait) dari tahun 1990 hingga 2018.

  2. Gambar 7.2: Ketenagakerjaan Global di Sektor Jasa : Diagram ini menunjukkan persentase tenaga kerja global yang bekerja di sektor jasa dari tahun 1990 hingga 2018. Tren ini memperlihatkan peningkatan persentase tenaga kerja di sektor jasa yang konsisten sepanjang periode. Hal ini mencerminkan transformasi ekonomi global ke arah yang lebih berbasis jasa, seperti perbankan, pendidikan, kesehatan, dan teknologi informasi.

Penjelasan Umum:

  • Data ini menunjukkan adanya pergeseran struktur tenaga kerja global dari sektor barang ke sektor jasa selama kurun waktu tersebut.
  • Faktor penyebabnya dapat mencakup perkembangan teknologi, globalisasi, peningkatan permintaan layanan berbasis jasa, serta pergeseran preferensi ekonomi di berbagai negara.


Gambar 7.3: PDB Global dari Barang

  • Diagram ini menunjukkan persentase kontribusi sektor barang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) global dari tahun 1998 hingga 2017.
  • Tren menurun terlihat jelas, dari sekitar 30% pada tahun 1998 hingga di bawah 26% pada tahun 2017.
  • Penurunan ini menegaskan bahwa sektor barang semakin berkurang perannya dalam kontribusi terhadap ekonomi global, sejalan dengan transformasi ekonomi yang lebih berfokus pada sektor jasa.

Gambar 7.4: PDB Global dari Jasa

  • Diagram ini menunjukkan persentase kontribusi sektor jasa terhadap PDB global selama periode yang sama (1998–2017).
  • Terdapat tren peningkatan signifikan, dari sekitar 61% pada tahun 1998 menjadi hampir 66% pada tahun 2017.
  • Hal ini mencerminkan bahwa sektor jasa menjadi tulang punggung ekonomi global, dengan kontribusi yang semakin dominan.

Perbandingan dengan Diagram Pertama

  1. Ketenagakerjaan vs. PDB: Diagram pertama menunjukkan perubahan komposisi tenaga kerja, sedangkan diagram kedua fokus pada kontribusi PDB. Dalam kedua kasus, sektor barang mengalami penurunan (baik dalam jumlah tenaga kerja maupun kontribusi PDB), sementara sektor jasa terus meningkat.

  2. Konsistensi Tren: Kedua diagram menunjukkan pola yang konsisten: sektor jasa menggantikan sektor barang sebagai pendorong utama ekonomi global, baik dari sisi tenaga kerja maupun kontribusi ekonomi.

  3. Kecepatan Perubahan: Penurunan di sektor barang terlihat lebih drastis pada diagram kedua (PDB) dibandingkan pada diagram pertama (tenaga kerja). Hal ini dapat menunjukkan bahwa produktivitas sektor barang meningkat, tetapi total kontribusinya terhadap ekonomi menyusut.

2. Utilitas yang Diciptakan oleh Operasi

Operasi menciptakan tiga jenis utilitas yang memberikan nilai tambah kepada pelanggan:

  • Utilitas Bentuk: Mengubah bahan mentah menjadi produk jadi, seperti kursi bioskop atau makanan cepat saji.

  • Utilitas Waktu: Menyediakan produk saat pelanggan membutuhkannya, misalnya jadwal tayangan film sepanjang hari.

  • Utilitas Tempat: Menyediakan produk di lokasi yang nyaman bagi pelanggan, seperti bioskop di pusat perbelanjaan.

3. Manajemen Operasi: Mengubah Sumber Daya Menjadi Produk

Manajemen operasi mencakup proses sistematis yang mengubah sumber daya menjadi barang dan jasa. Proses ini melibatkan masukan seperti material, tenaga kerja, dan informasi yang diubah melalui aktivitas transformasi menjadi produk yang memuaskan pelanggan.

4. Perbedaan Operasi Barang dan Jasa

Operasi barang menghasilkan produk berwujud seperti pakaian dan mobil, sementara operasi jasa menciptakan produk tak berwujud seperti transportasi dan pendidikan. Jasa sering kali lebih kompleks karena melibatkan:

  • Interaksi dengan pelanggan.

  • Ketidakterpisahan antara produksi dan konsumsi.

  • Tidak dapat disimpan.

  • Penilaian kualitas yang bersifat subjektif.

5. Strategi Operasi yang Mendukung Bisnis

Setiap perusahaan harus menyesuaikan operasinya dengan strategi bisnis yang lebih besar. Berikut adalah contoh implementasi strategi operasi di berbagai perusahaan:

  • Toyota (Kualitas): Mengutamakan standar kualitas tinggi dan perbaikan berkelanjutan.

  • Save-a-Lot (Biaya Rendah): Fokus pada efisiensi dengan mengurangi biaya overhead.

  • 3M (Fleksibilitas): Menekankan inovasi dan pengembangan produk baru.

  • FedEx (Keandalan): Mengutamakan pengiriman tepat waktu dengan sistem logistik canggih.

6. Perencanaan Operasional

Perencanaan operasi melibatkan lima aspek utama:

  • Kapasitas: Memastikan kapasitas produksi mencukupi permintaan.

  • Lokasi: Memilih lokasi strategis untuk mengurangi biaya dan meningkatkan aksesibilitas.

  • Tata Letak: Mengatur fasilitas untuk efisiensi produksi.

  • Kualitas: Menjamin produk sesuai standar perusahaan dan pelanggan.

  • Metode: Menentukan langkah produksi untuk meminimalkan inefisiensi.

7. Jadwal Operasional

Penjadwalan adalah langkah penting dalam mengelola operasi, mencakup:

  • Jadwal Induk: Rencana jangka panjang untuk menentukan volume produksi.

  • Jadwal Rinci: Penugasan harian untuk setiap pekerjaan.

  • Jadwal Staf: Mengatur shift kerja karyawan.

  • Jadwal Proyek: Koordinasi waktu dalam proyek besar dengan alat seperti Gantt dan PERT.

8. Kontrol Operasional

Kontrol operasional memastikan bahwa proses produksi berjalan sesuai rencana melalui:

  • Manajemen Material: Mengelola aliran bahan dari pemasok hingga produk jadi.

  • Kontrol Kualitas: Memastikan produk memenuhi standar kinerja dan konsistensi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ETIKA DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL (BAB 2)

(BAB 8) ASPEK TEKNIK DAN OPERASI dalam STUDI KELAYAKAN BISNIS

(BAB 4) ASPEK HUKUM DALAM STUDI KELAYAKAN BISNIS