Pertemuan 1

 LINGKUNGAN BISNIS GLOBAL

Nama: Oksi Wijaya Kusuma Efendi
NIM: 222010200195
Dosen Pengampu: Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M. 
Prodi: Manajemen
Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

A. Definisi
Bisnis dan Keuntungan
Bisnis adalah organisasi yang menyediakan barang atau jasa untuk mendapatkan keuntungan, yaitu selisih antara pendapatan dan pengeluaran. Prospek keuntungan inilah yang mendorong orang untuk membuka dan memperluas usaha. Laba adalah penghargaan bagi pemilik atas risiko yang diambil dengan uang dan waktu mereka. Bisnis berbeda dari organisasi seperti universitas, rumah sakit, atau lembaga pemerintah, yang umumnya tidak berorientasi pada keuntungan meskipun beroperasi dengan cara yang serupa.
1. Pilihan dan Permintaan Konsumen
Dalam sistem kapitalis, bisnis berorientasi pada laba, memberikan pemilik kebebasan untuk mendirikan, mengembangkan, atau menutup usaha. Namun, keberhasilan bisnis bergantung pada kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Tanpa permintaan, bisnis tidak akan bertahan, terlepas dari efisiensinya. Misalnya, toko yang menawarkan produk yang tidak relevan dengan kondisi lokal (seperti papan selancar di negara tanpa pantai) kemungkinan besar gagal.
2. Peluang dan Usaha
Bisnis yang sukses mampu mengidentifikasi peluang dari kondisi pasar, seperti kekosongan pasokan barang atau jasa yang diperlukan. Contoh, ketika bisnis besar tutup, perusahaan lain dapat memperoleh keuntungan dengan menangani inventaris mereka. Selain itu, perubahan kondisi pasar, seperti penurunan harga minyak, dapat menciptakan peluang bagi beberapa sektor (misalnya, logistik) meski merugikan sektor lain (seperti produsen minyak).
3. Manfaat Bisnis
Bisnis menyediakan barang dan jasa, menciptakan lapangan kerja, dan memicu inovasi. Keberadaan bisnis mendukung kualitas hidup masyarakat melalui kontribusi terhadap pendapatan individu, pajak, dan kegiatan sosial seperti amal. Namun, beberapa bisnis juga berdampak negatif, seperti merusak lingkungan atau menggunakan praktik yang tidak etis.


B. Lingkungan Eksternal Bisnis

Gambar tersebut menggambarkan hubungan antara berbagai dimensi lingkungan eksternal yang memengaruhi organisasi bisnis. Hubungan awal biasanya dimulai dari Politik-Hukum Lingkungan, karena kebijakan pemerintah dan regulasi menjadi dasar yang mengatur aktivitas ekonomi dan operasional bisnis. Kebijakan ini kemudian berdampak pada Ekonomi Lingkungan, seperti kondisi perbankan, inflasi, dan investasi, yang memengaruhi stabilitas dan keberlanjutan bisnis. Selanjutnya, perkembangan di bidang Teknologi Lingkungan turut memainkan peran penting dengan menciptakan inovasi, meningkatkan efisiensi, dan mengubah cara kerja organisasi. Perubahan ini memengaruhi Sosial Budaya Lingkungan, termasuk nilai-nilai budaya, demografi, dan perilaku masyarakat, yang pada akhirnya mengubah pola permintaan pasar.
Pengaruh tersebut kemudian tercermin pada Bisnis Domestik Lingkungan, yang melibatkan pasar lokal dan persaingan domestik, serta meluas ke Bisnis Global Lingkungan, di mana organisasi harus bersaing di pasar internasional. Semua dimensi ini secara langsung atau tidak langsung memengaruhi strategi dan operasional Organisasi Bisnis. Oleh karena itu, organisasi harus mampu menyesuaikan diri dengan dinamika lingkungan eksternal ini untuk tetap bertahan dan berkembang.

Lingkungan eksternal mencakup faktor di luar organisasi yang memengaruhi keberhasilan bisnis, seperti lingkungan domestik, global, teknologi, politik-hukum, sosial-budaya, dan ekonomi. Pemahaman menyeluruh atas elemen ini diperlukan agar bisnis dapat bersaing dan beradaptasi secara efektif. 
1. Lingkungan Bisnis Domestik
Lingkungan bisnis domestik fokus pada pelanggan lokal, pemasok, dan diferensiasi dari pesaing di pasar lokal. Perusahaan perlu memahami karakteristik pasar dan perilaku konsumen untuk berkembang. Sebagai contoh, H&M memulai dengan satu toko pakaian wanita dan berkembang pesat dengan mengakuisisi perusahaan lain dan menggunakan pemasaran yang efektif.
2. Lingkungan Bisnis Global
Lingkungan bisnis global dipengaruhi oleh perdagangan internasional, ekonomi global, dan keragaman budaya. Tantangan utama yang dihadapi adalah perbedaan bahasa, budaya, mata uang, dan pemasok di berbagai negara. H&M, yang beroperasi di lebih dari 45 negara, merupakan contoh perusahaan yang berhasil menavigasi pasar global dengan adaptasi terhadap kebutuhan lokal.
3. Lingkungan Teknologi
Lingkungan teknologi mencakup kemajuan dalam metode kerja, peralatan, dan sistem informasi yang mempengaruhi cara perusahaan beroperasi. Teknologi mempermudah akses ke pasar dan meningkatkan efisiensi operasional. H&M menggunakan e-commerce, aplikasi seluler, dan sistem pelacakan inventaris untuk memperbaiki pengalaman pelanggan dan mempercepat proses bisnis.
4. Lingkungan Politik-Hukum
Lingkungan politik-hukum dipengaruhi oleh regulasi pemerintah yang mengatur praktik bisnis. Aturan mengenai ketenagakerjaan, pajak, dan regulasi persaingan harus dipatuhi oleh perusahaan yang beroperasi di berbagai negara. H&M, sebagai perusahaan global, harus tunduk pada berbagai regulasi hukum yang berbeda-beda di setiap negara tempat mereka beroperasi.
5. Lingkungan Sosial-Budaya
Lingkungan sosial-budaya melibatkan nilai, kebiasaan, dan demografi masyarakat yang mempengaruhi perilaku konsumen. Perusahaan perlu mengadaptasi produk dan layanan sesuai dengan perubahan sosial. H&M, misalnya, memperkenalkan program daur ulang pakaian sebagai respons terhadap isu keberlanjutan yang semakin diperhatikan oleh masyarakat.
6. Lingkungan Ekonomi
Lingkungan ekonomi mencakup kondisi ekonomi makro, seperti tingkat pengangguran, daya beli konsumen, dan tren ekonomi lainnya. Fluktuasi ekonomi, seperti resesi, dapat mempengaruhi perilaku konsumen dan daya beli mereka. H&M harus menyesuaikan strategi bisnisnya berdasarkan kondisi ekonomi untuk tetap bersaing dan mempertahankan keuntungan.

C. Sistem Ekonomi
sistem ekonomi adalah sistem suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya di antara warga negaranya, baik individu maupun organisasi. Sistem ini berbeda di setiap negara dan mempengaruhi bagaimana bisnis beroperasi di Amerika Serikat, Prancis, Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, dan Brasil. Berbagai jenis sistem ekonomi global menurut cara mereka mengendalikan faktor-faktor produksi. 

D. Faktor Produksi
Faktor produksi mencakup tenaga kerja, modal, wirausahawan, dan sumber daya fisik yang digunakan oleh bisnis untuk memproduksi barang dan jasa, dengan tambahan sumber informasi sebagai faktor penting yang semakin diakui oleh ekonom. Sistem ekonomi berbeda dalam cara mereka mengelola sumber daya ini untuk menghasilkan barang berwujud dan jasa tidak berwujud, serta sumber daya yang dimiliki oleh organisasi. Terdapat empat faktor produksi utama yang digunakan oleh bisnis untuk memproduksi barang dan jasa, yaitu tenaga kerja, modal, wirausahawan, dan sumber daya fisik. Selain itu, sumber informasi kini juga dianggap sebagai faktor produksi penting.
1. Tenaga kerja (sumber daya manusia): Tenaga kerja mencakup kontribusi fisik dan intelektual yang diberikan orang saat terlibat dalam produksi ekonomi. Contohnya, Starbucks mempekerjakan berbagai karyawan dari barista hingga manajer untuk menjalankan bisnisnya.
2. Modal: Modal adalah sumber daya keuangan yang dibutuhkan untuk mengoperasikan bisnis. Misalnya, Howard Schultz menggunakan tabungan pribadi dan pinjaman untuk membeli Starbucks, dan perusahaan mengandalkan pendapatan serta utang untuk operasional dan pertumbuhan.
3. Pengusaha (wirausahawan): Pengusaha adalah individu yang menerima risiko dan peluang dalam menciptakan serta mengoperasikan bisnis baru. Mereka berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan keuntungan.
4. Sumber daya fisik: Ini mencakup barang berwujud yang digunakan oleh organisasi, seperti bahan baku, peralatan, dan fasilitas penyimpanan. Contohnya, Starbucks membutuhkan biji kopi, produk makanan, dan peralatan untuk operasionalnya.
5. Sumber informasi: Data dan informasi kini memainkan peran utama dalam sistem ekonomi. Bisnis menggunakan informasi untuk membuat keputusan, seperti menentukan lokasi gerai baru atau memprediksi harga masa depan.

E. Jenis-Jenis Sistem Ekonomi
1. Ekonomi Terencana: Sistem ini mengandalkan pemerintah pusat untuk mengendalikan sebagian besar atau semua faktor produksi dan keputusan alokasi. Contohnya adalah komunisme, di mana pemerintah memiliki semua bisnis dan sumber daya. Contoh negara yang pernah atau masih menggunakan sistem ini adalah bekas Uni Soviet, Korea Utara, dan Kuba.
2. Ekonomi Pasar: Individu dan bisnis memiliki kebebasan untuk mengendalikan faktor produksi melalui mekanisme penawaran dan permintaan. Sistem ini berbasis kapitalisme, yang mendorong kepemilikan pribadi dan kewirausahaan dengan keuntungan sebagai insentif. Contoh praktiknya dapat dilihat di negara-negara dengan ekonomi bebas seperti Amerika Serikat.
3. Ekonomi Pasar Campuran: Kombinasi ekonomi pasar dan ekonomi terencana, di mana sektor tertentu dikendalikan oleh pemerintah sementara sektor lain beroperasi secara bebas. Contohnya adalah sosialisme, di mana pemerintah mengelola industri utama, seperti perbankan atau transportasi, sementara bisnis kecil dimiliki secara pribadi. Negara seperti Prancis, Inggris, dan Tiongkok menjalankan bentuk ekonomi pasar campuran.

F. Ekonomi Sistem pasar
Memahami kompleksitas sistem ekonomi global sangat penting untuk memahami lingkungan bisnis. Ekonomi pasar beroperasi melalui mekanisme permintaan dan penawaran, yang menentukan harga dan kuantitas barang atau jasa. Sistem ini memberikan kebebasan kepada individu dan perusahaan dalam hal produksi, penjualan, dan pembelian sesuai preferensi mereka. Dalam ekonomi pasar, perusahaan swasta dimiliki oleh individu atau kelompok dengan tujuan mencari keuntungan, serta memiliki kebebasan dalam menentukan strategi bisnis, mulai dari produk yang dibuat hingga harga yang ditetapkan. Selain itu, ekonomi pasar ditandai oleh berbagai tingkat persaingan, seperti persaingan sempurna, di mana banyak perusahaan menjual produk serupa; monopoli, di mana satu perusahaan menguasai pasar; oligopoli, di mana beberapa perusahaan besar mendominasi pasar; dan persaingan monopolistik, di mana banyak perusahaan menawarkan produk berbeda tetapi memiliki substitusi. Tingkat persaingan ini mendorong inovasi, efisiensi, dan memberi lebih banyak pilihan kepada konsumen.
  1. Mekanisme Permintaan dan Penawaran: Harga dan kuantitas barang atau jasa di pasar ditentukan oleh interaksi antara permintaan (kemauan dan kemampuan konsumen untuk membeli) dan penawaran (kemauan dan kemampuan produsen untuk menjual). Contohnya, harga minyak yang tinggi dapat memengaruhi biaya produk lain, seperti makanan dan pakaian, karena ketergantungan transportasi pada bahan bakar.
  2. Hukum Permintaan: Konsumen cenderung membeli lebih banyak ketika harga turun dan lebih sedikit ketika harga naik.
  3. Hukum Penawaran: Produsen akan menyediakan lebih banyak barang ketika harga naik dan lebih sedikit ketika harga turun.

Bagan ini menggambarkan hubungan antara harga, permintaan, dan penawaran, serta bagaimana keseimbangan pasar tercapai. Tabel di kiri atas menunjukkan jadwal permintaan dan penawaran, yaitu hubungan antara harga pizza dengan jumlah yang diminta dan ditawarkan. Ketika harga pizza lebih rendah, jumlah yang diminta meningkat, sementara jumlah yang ditawarkan menurun. Sebaliknya, ketika harga lebih tinggi, jumlah yang diminta menurun, sedangkan jumlah yang ditawarkan meningkat. Kurva permintaan di kanan atas menunjukkan hubungan antara harga dan jumlah yang diminta, di mana kurva menurun dari kiri atas ke kanan bawah, mencerminkan semakin rendah harga, semakin banyak jumlah yang diminta. Kurva penawaran di kiri bawah menggambarkan hubungan antara harga dan jumlah yang ditawarkan, dengan kurva yang menanjak dari kiri bawah ke kanan atas, menunjukkan semakin tinggi harga, semakin besar jumlah yang ditawarkan. Kurva keseimbangan di kanan bawah mempertemukan kurva permintaan dan penawaran, menunjukkan titik keseimbangan di mana harga pasar optimal tercapai dan jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan. Dalam membaca bagan ini, langkah pertama adalah memahami tabel permintaan dan penawaran, kemudian melihat kurva permintaan dan penawaran secara terpisah, sebelum akhirnya mengamati titik keseimbangan pada grafik gabungan. Kesimpulannya, harga pasar akan selalu menyesuaikan untuk mencapai keseimbangan, menghindari surplus (kelebihan barang) atau shortage (kekurangan barang), sehingga tercipta kondisi pasar yang optimal.

Kurva Permintaan dan Penawaran

  • Kurva permintaan menunjukkan jumlah barang yang diminta pada berbagai harga, sementara kurva penawaran menunjukkan jumlah barang yang disediakan. Titik perpotongan kurva ini disebut harga keseimbangan, yaitu harga di mana jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan.
  • Ketidakseimbangan seperti kelebihan (jumlah barang yang ditawarkan lebih besar dari permintaan) atau kekurangan (jumlah barang yang diminta lebih besar dari penawaran) dapat mengakibatkan inefisiensi dan kerugian.

Perusahaan Swasta dan Sistem Ekonomi Pasar

  • Hak Milik Pribadi: Individu memiliki sumber daya untuk menciptakan kekayaan.
  • Kebebasan Memilih: Individu bebas memilih pekerjaan, produk, dan produsen bebas menentukan produk dan harga.
  • Keuntungan: Motif keuntungan mendorong inovasi dan kewirausahaan.
  • Persaingan: Bisnis bersaing untuk mendapatkan pelanggan, sehingga mendorong efisiensi dan produk berkualitas.

Tingkat Persaingan dalam Ekonomi Pasar

  1. Persaingan Sempurna: Banyak perusahaan kecil dengan produk identik. Contoh: industri garam.
  2. Persaingan Monopolistik: Banyak penjual menawarkan produk berbeda. Contoh: restoran cepat saji.
  3. Oligopoli: Beberapa perusahaan besar mendominasi pasar. Contoh: industri otomotif dan maskapai penerbangan.
  4. Monopoli: Satu produsen menguasai pasar. Contoh: perusahaan listrik sebagai monopoli alamiah.
G. Indikator Pasar

Indikator ekonomi berperan penting dalam menilai kinerja suatu sistem ekonomi, yang dapat mengalami fluktuasi berupa penguatan, pelemahan, atau stabilitas. Pertumbuhan ekonomi diukur melalui output agregat, yaitu jumlah total barang dan jasa yang diproduksi dalam periode tertentu. Ketika output agregat meningkat lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan populasi, output per kapita jumlah barang dan jasa per orang juga naik, yang berdampak pada peningkatan taraf hidup masyarakat. Produk Domestik Bruto (PDB) digunakan sebagai indikator utama untuk mengukur output agregat suatu negara, mencerminkan nilai total barang dan jasa yang diproduksi di dalam negeri. PDB riil, yang disesuaikan dengan inflasi dan perubahan nilai mata uang, memberikan gambaran yang lebih akurat tentang pertumbuhan ekonomi. Selain itu, PDB per kapita digunakan untuk mengevaluasi kesejahteraan ekonomi rata-rata penduduk.

Produktivitas juga menjadi faktor utama dalam pertumbuhan ekonomi, karena peningkatan produktivitas memungkinkan lebih banyak barang diproduksi dengan lebih sedikit sumber daya, sehingga meningkatkan standar hidup masyarakat. Namun, pertumbuhan ekonomi dapat terhambat oleh faktor seperti neraca perdagangan dan utang nasional. Neraca perdagangan, yang mengukur selisih antara nilai ekspor dan impor, dapat berdampak pada defisit perdagangan, yaitu ketika impor melebihi ekspor. Defisit ini menyebabkan aliran uang keluar negeri yang tidak dapat diinvestasikan secara produktif di dalam negeri. Sementara itu, utang nasional, yaitu jumlah uang yang dipinjam pemerintah untuk mendanai pengeluarannya, dapat membatasi investasi swasta akibat kompetisi dalam pasar keuangan. Oleh karena itu, indikator ekonomi seperti PDB, produktivitas, neraca perdagangan, dan utang nasional menjadi alat penting bagi para pemilik bisnis, investor, dan pemerintah untuk mengevaluasi kinerja sistem ekonomi dan merancang strategi pertumbuhan yang berkelanjutan.

H. Stabilitas Ekonomi
Stabilitas ekonomi adalah kondisi di mana jumlah uang yang tersedia dalam suatu sistem ekonomi tumbuh seiring dengan pertumbuhan jumlah barang dan jasa yang diproduksi. Ketidakseimbangan dapat mengancam stabilitas ekonomi.

Inflasi

  • Inflasi terjadi ketika harga-harga barang dan jasa meningkat secara meluas dalam suatu sistem ekonomi. Ketidakstabilan ini sering disebabkan oleh peningkatan jumlah uang yang melebihi pertumbuhan output barang dan jasa.
  • Efek Inflasi: Inflasi menyebabkan daya beli menurun karena harga-harga naik lebih cepat dibandingkan distribusi uang yang merata.
  • Pengukuran Inflasi: Inflasi diukur melalui indeks harga konsumen (IHK), yang memantau harga barang dan jasa umum yang dibeli oleh konsumen perkotaan. Sebagai contoh, IHK meningkat dari 100 pada periode dasar (1982–1984) menjadi 240,7 pada akhir 2016.
  • Inflasi vs. Deflasi: Meski inflasi sering dianggap negatif, inflasi ringan mencerminkan pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, deflasi (penurunan harga secara luas) biasanya menunjukkan penyusutan ekonomi, yang lebih merugikan.

Pengangguran

  • Pengangguran merujuk pada tingkat pengangguran di antara orang-orang yang secara aktif mencari pekerjaan.
  • Dampak Pengangguran Rendah: Ketika pengangguran rendah, bisnis bersaing untuk tenaga kerja dengan menaikkan upah. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa, sehingga daya beli konsumen menurun.
  • Masalah Pengangguran
    1. Tingkat upah yang terlalu tinggi membuat perusahaan mempekerjakan lebih sedikit pekerja, meningkatkan pengangguran.
    2. Perusahaan menaikkan harga untuk mengimbangi kenaikan biaya tenaga kerja, tetapi penjualan menurun, yang akhirnya memengaruhi perekrutan.
  • Peran Pemerintah
    Intervensi pemerintah, seperti memotong pajak atau meningkatkan belanja, dapat memicu inflasi karena permintaan konsumen yang meningkat.
  • Kasus Pengangguran pada Resesi 2009
    Selama resesi 2009, jutaan orang kehilangan pekerjaan. Tingkat pengangguran di Amerika Serikat mencapai 10,2% pada 2010, level tertinggi dalam 25 tahun. Pada 2011, tingkat ini menurun menjadi 8,7% seiring pemulihan ekonomi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ETIKA DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL (BAB 2)

(BAB 8) ASPEK TEKNIK DAN OPERASI dalam STUDI KELAYAKAN BISNIS

(BAB 4) ASPEK HUKUM DALAM STUDI KELAYAKAN BISNIS