Pertemuan ke 2

 

KEWIRAUSAHAAN DAN KEPEMILIKAN

Nama: Oksi Wijaya Kusuma Efendi
NIM: 222010200195
Dosen Pengampu: Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M. 
Prodi: Manajemen
Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

A. Usaha Kecil

Usaha kecil adalah bisnis yang dimiliki dan dikelola secara independen serta memiliki pengaruh yang relatif kecil di pasarnya. Sebagian besar bisnis di Amerika Serikat adalah bisnis kecil yang mempekerjakan kurang dari 20 orang. Usaha kecil sangat penting bagi perekonomian karena berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja, inovasi, dan mendukung bisnis besar. Jenis usaha kecil yang paling umum meliputi sektor layanan, penjualan eceran, dan konstruksi, dengan jasa menjadi sektor terbesar karena membutuhkan modal awal yang relatif sedikit. Sebaliknya, jumlah usaha kecil di sektor manufaktur lebih sedikit karena tingginya biaya awal. Definisi usaha kecil sendiri sulit untuk ditentukan. Contoh jelasnya meliputi restoran lokal, tempat cuci kering, dan salon rambut, sementara perusahaan besar seperti Nike atau Starbucks jelas berada di kategori usaha besar. Di antara kedua ekstrem ini, terdapat ribuan perusahaan yang sulit untuk diklasifikasikan. Pentingnya Usaha Kecil dalam Perekonomian:

  • Penciptaan Kerja: Usaha kecil adalah sumber utama penciptaan lapangan kerja baru, terutama di sektor teknologi tinggi. Meskipun lebih cepat mempekerjakan, usaha kecil juga memangkas pekerjaan lebih cepat dibanding perusahaan besar.
  • Inovasi: Usaha kecil sering menjadi sumber inovasi besar, termasuk produk revolusioner dan model bisnis baru. Mereka menghasilkan lebih banyak paten per karyawan dibandingkan perusahaan besar.
  • Kontribusi pada Bisnis Besar: Usaha kecil mendukung bisnis besar dengan menyediakan produk, layanan teknis, dan menjadi mitra outsourcing. Mereka juga menyediakan bahan baku dan layanan seperti penyimpanan data.

B. Bidang Usaha Kecil
Bidang usaha kecil yang populer mencakup berbagai sektor yang berkontribusi besar terhadap perekonomian. Sekitar 56,2% usaha kecil bergerak di sektor layanan, seperti konsultasi manajemen, perangkat lunak komputer, dan penitipan hewan. Penjualan eceran menyumbang 11,9%, biasanya berupa toko khusus seperti pakaian atau kopi gourmet. Sektor konstruksi juga mencakup 11,9%, terutama untuk proyek lokal seperti renovasi rumah. Penjualan grosir mencakup 5%, dengan usaha membeli produk dalam jumlah besar untuk dijual kembali ke pengecer. Bidang keuangan dan asuransi mencakup 4,1%, seperti agen asuransi lokal dan bank kecil. Sektor manufaktur mencakup 3,9%, terutama di bidang elektronik dan perangkat lunak. Transportasi mencakup 2,8%, termasuk taksi, limusin, dan operator tur. Sisanya, sekitar 4,2%, meliputi usaha seperti laboratorium penelitian kecil dan media independen. Usaha kecil di berbagai sektor ini penting karena mereka menyediakan lapangan kerja, mendukung inovasi, dan berkontribusi pada ekonomi secara keseluruhan.
C. Kewirausahaan
Kewirausahaan adalah proses di mana individu, yang dikenal sebagai pengusaha, mengambil risiko untuk memulai dan mengelola bisnis dengan tujuan mencapai kemandirian dan keamanan finansial, atau bahkan mengembangkan usaha menjadi bisnis besar. Karakteristik utama dari kepribadian dan aktivitas kewirausahaan meliputi:

  1. Kemandirian: Pengusaha memiliki keinginan kuat untuk menjadi bos bagi diri mereka sendiri.
  2. Kreativitas dan Sumber Daya: Mereka sering memiliki banyak akal dan inovatif dalam menghadapi tantangan.
  3. Fokus pada Hubungan Pelanggan: Pengusaha sukses peduli terhadap hubungan pelanggan dan berusaha membangun kepercayaan.
  4. Tangguh terhadap Ketidakpastian: Mereka mampu menangani ambiguitas dan kejutan yang mungkin muncul.
  5. Keterbukaan Pikiran: Pemimpin yang berpikiran terbuka dan mengandalkan jaringan, rencana bisnis, dan konsensus.
  6. Kesetaraan Gender: Pengusaha masa kini bisa berasal dari kalangan perempuan maupun laki-laki.
  7. Persepsi Risiko: Meskipun sadar akan risiko, mereka tidak selalu melihat usaha mereka sebagai sesuatu yang berisiko tinggi.
Tujuan kewirausahaan bervariasi, dari kemandirian finansial seperti Jack Matz, hingga pertumbuhan besar seperti Dell, Howard Schultz (Starbucks), dan Mark Zuckerberg (Facebook). Pengusaha sukses umumnya kreatif, fokus pada pelanggan, berani mengambil risiko, dan ingin menjadi bos sendiri. Contohnya, Yoshiko Shinohara membangun Tempat staff meski menghadapi ketidakpastian. Kesimpulan: Kewirausahaan berakar pada visi, keberanian, dan tekad untuk mencapai tujuan, baik stabilitas maupun ekspansi besar. 

Memulai dan Menjalankan Bisnis Baru :

Kemajuan teknologi, seperti Internet dan media sosial, telah mempermudah memulai bisnis kecil. Platform daring seperti eBay memungkinkan pengecer melakukan transaksi dengan mudah. Langkah awal yang harus dilakukan meliputi menentukan visi keberhasilan bisnis, memilih antara membeli bisnis yang sudah ada atau memulai dari awal, serta mencari sumber pembiayaan dan saran ahli.

Pengusaha harus memahami kompetensi khas bisnis mereka, seperti mengidentifikasi ceruk pasar di pasar yang sudah mapan, menemukan pasar baru baik secara geografis maupun industri, dan bergerak cepat memanfaatkan peluang dibandingkan perusahaan besar. Penyusunan rencana bisnis yang baik sangat penting dan harus mencakup strategi produksi, pemasaran, hukum, organisasi, serta keuangan. Prakiraan penjualan menjadi elemen kunci untuk menentukan kebutuhan modal dan sumber daya. Perencanaan keuangan melibatkan pembuatan anggaran kas, laporan laba rugi, neraca, dan diagram titik impas untuk menentukan modal awal dan dana operasional hingga bisnis mulai menghasilkan laba. Dalam memulai usaha kecil, pengusaha harus menilai tren industri dan memilih pasar, serta memutuskan apakah akan membeli bisnis yang sudah ada atau memulai dari awal.

Pilihan lain adalah waralaba, di mana pemilik waralaba mendapatkan panduan dari perusahaan induk. Waralaba dapat mengurangi risiko, tetapi memerlukan biaya awal yang tinggi, seperti pada McDonald’s, Subway, dan Dunkin’ Donuts. Untuk pembiayaan usaha kecil, sumber pendanaan utama meliputi keluarga, tabungan pribadi, lembaga peminjaman, investor, dan lembaga pemerintah. Perusahaan modal ventura dan SBIC juga mendukung perusahaan dengan potensi pertumbuhan tinggi. Program pemerintah seperti Small Business Administration (SBA) menawarkan pinjaman, pelatihan, dan sumber daya, sementara SCORE dan SBDC menyediakan bimbingan manajemen dan informasi. Alternatif pendanaan lainnya mencakup investor asing dan platform daring seperti Kabbage.com yang membuka peluang baru bagi pengusaha.

D. Tren, Keberhasil, dan Kegagalan dalam Usaha Baru

Setiap tahun, ratusan ribu bisnis baru diluncurkan di Amerika Serikat, tetapi jumlah yang hampir sama juga gagal. Beberapa tren utama dalam usaha kecil meliputi:

  1. Kemunculan E-Commerce: Internet telah memungkinkan bisnis baru berkembang lebih cepat, seperti Google dan Amazon.
  2. Persilangan dari Bisnis Besar: Banyak pengusaha berasal dari pengalaman bekerja di perusahaan besar, seperti John Chambers yang membawa Cisco menjadi perusahaan teknologi besar.
  3. Peluang bagi Minoritas dan Wanita: Kepemilikan bisnis di kalangan minoritas dan perempuan meningkat pesat, menghasilkan pendapatan besar dan menciptakan jutaan lapangan kerja.
  4. Peluang Global: Pasar internasional memberikan ruang baru bagi pengusaha, seperti Doug Mellinger yang memanfaatkan tenaga kerja di Barbados untuk perusahaannya.
  5. Tingkat Kelangsungan Hidup Lebih Baik: Usaha kecil sekarang lebih mungkin bertahan hingga empat atau sepuluh tahun dibandingkan era sebelumnya.

Diagram diatas menunjukkan bahwa motivasi utama wanita dalam memulai bisnis adalah mencari kebebasan, kesempatan, dan solusi atas hambatan di tempat kerja konvensional. Gambar diagram di atas menunjukkan alasan utama wanita memulai bisnis. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

  1. Mengendalikan jadwal sendiri (46%): Sebagian besar wanita memulai bisnis untuk memiliki fleksibilitas dalam mengatur waktu mereka sendiri, memungkinkan mereka untuk menyeimbangkan kehidupan pribadi dan pekerjaan.
  2. Melihat peluang pasar (24%): Sebagian wanita terinspirasi memulai bisnis karena melihat peluang di pasar yang menjanjikan dan ingin mengambil keuntungan dari kesempatan tersebut.
  3. Frustrasi dengan "langit-langit kaca" (23%): Ada pula yang memulai bisnis karena merasa terhambat oleh batasan dalam karier mereka di perusahaan besar, seperti kesulitan mencapai posisi manajerial atau pengambilan keputusan akibat bias atau diskriminasi gender.
  4. Alasan lainnya (7%): Sejumlah kecil wanita memiliki motivasi lain, seperti mengejar passion, hobi, atau kebutuhan mendesak untuk mendapatkan penghasilan.

Alasan Kegagalan:

  1. Kurangnya kemampuan manajerial: Tidak memahami prinsip manajemen dan bisnis.
  2. Kurang komitmen waktu: Pengusaha tidak mencurahkan cukup waktu untuk usaha.
  3. Sistem kontrol lemah: Tidak mengelola risiko atau kebijakan kredit dengan baik.
  4. Modal tidak cukup: Terlalu optimis dan tidak memiliki dana untuk bertahan lama.

Alasan Keberhasilan:

  1. Kerja keras dan dedikasi: Komitmen penuh terhadap bisnis.
  2. Permintaan pasar: Produk atau layanan sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
  3. Kompetensi manajerial: Keahlian manajemen diperoleh melalui pengalaman atau pelatihan.
  4. Keberuntungan: Kesempatan eksternal mendukung bisnis di saat kritis.
F. Kepemilikan Bisnis Non-Korporasi

Kepemilikan bisnis non-korporasi meliputi kepemilikan tunggal, kemitraan, dan koperasi, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya. Kepemilikan tunggal dimiliki oleh satu orang dan menawarkan kebebasan penuh, kemudahan pembentukan, serta manfaat pajak pribadi. Namun, bentuk ini memiliki kelemahan seperti tanggung jawab tak terbatas, keterbatasan sumber daya, dan kurangnya keberlanjutan. Kemitraan, yang dimiliki oleh dua atau lebih orang, memungkinkan tambahan sumber daya dan kemudahan mendapatkan pinjaman. Meskipun fleksibel, kemitraan memiliki kelemahan berupa tanggung jawab tak terbatas, kesulitan dalam transfer kepemilikan, dan kurangnya keberlanjutan. Alternatif seperti kemitraan terbatas mengurangi tanggung jawab mitra pasif. Koperasi, yang merupakan gabungan dari beberapa pemilik, menawarkan kekuatan produksi dan pemasaran yang lebih besar, tetapi terbatas pada kebutuhan anggotanya. Pemilihan bentuk kepemilikan ini perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan bisnis jangka panjang.
G. Perusahaan
Perusahaan adalah entitas hukum yang terpisah dari pemiliknya, dengan hak untuk menuntut, memiliki aset, dan bertahan secara hukum meskipun kepemilikannya berubah. Keuntungan utama pendirian perusahaan adalah tanggung jawab terbatas bagi investor, keberlanjutan, dan kemudahan dalam menggalang dana melalui penjualan saham. Namun, kelemahannya meliputi pajak berganda, biaya awal yang tinggi, dan risiko pengambilalihan tanpa persetujuan melalui penawaran tender​​
H. Jenis Perusahaan
  1. Perusahaan Swasta: Dimiliki oleh segelintir pemilik dan tidak diperdagangkan secara publik.
  2. Perusahaan Publik: Sahamnya diperdagangkan di pasar saham, memungkinkan penggalangan dana dalam jumlah besar.
  3. Hibrida: Termasuk korporasi S, LLC, dan perusahaan profesional yang menggabungkan tanggung jawab terbatas dengan perlakuan pajak seperti kemitraan​​.
I. Isu-Isu Khusus dalam Kepemilikan Perusahaan
  1. Aliansi Strategis dan Usaha Patungan: Kolaborasi antarorganisasi untuk keuntungan bersama. Usaha patungan mencakup kepemilikan bersama atas entitas baru​​.
  2. Kepemilikan Saham Karyawan (ESOP): Memberikan karyawan kepemilikan saham secara bertahap untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan​.
  3. Merger dan Akuisisi (M&A): Strategi untuk memperluas operasi atau memasuki pasar baru. Merger menyatukan dua perusahaan menjadi satu, sementara akuisisi melibatkan pembelian perusahaan oleh perusahaan lain​​.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ETIKA DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL (BAB 2)

(BAB 8) ASPEK TEKNIK DAN OPERASI dalam STUDI KELAYAKAN BISNIS

(BAB 4) ASPEK HUKUM DALAM STUDI KELAYAKAN BISNIS