Pertemuan Ke 3

MANAJEMEN DAN BISNIS GLOBAL

Nama: Oksi Wijaya Kusuma Efendi

NIM: 222010200195

Dosen Pengampu: Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M. 

Prodi: Manajemen

Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo


1. Keterkaitan Ekonomi, Politik, dan Hubungan Internasional

Kebijakan ekonomi dan politik memiliki hubungan yang saling memengaruhi secara signifikan. Misalnya, stabilitas politik diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, sementara kebijakan ekonomi yang buruk dapat memicu ketegangan politik. Dalam era globalisasi, hubungan antarnegara semakin erat, dengan kebijakan perdagangan memainkan peran penting dalam menjaga hubungan diplomatik yang stabil.

2. Globalisasi: Peluang dan Tantangan

Globalisasi telah mempermudah perdagangan internasional melalui dukungan teknologi dan berbagai insentif ekonomi. Namun, globalisasi tidak lepas dari kritik, seperti eksploitasi pekerja di negara berkembang, ancaman terhadap keberagaman budaya lokal, dan meningkatnya kesenjangan ekonomi. Meskipun begitu, globalisasi tetap menjadi pendorong utama dalam pertumbuhan ekonomi global.

3. Klasifikasi Negara Berdasarkan Pendapatan

Bank Dunia mengklasifikasikan negara-negara di dunia berdasarkan pendapatan per kapita mereka. Negara berpendapatan tinggi memiliki pendapatan per kapita di atas $12.476, sementara negara berpendapatan menengah ke atas berada dalam rentang $4.036 hingga $12.475. Untuk negara berpendapatan menengah ke bawah, pendapatannya berada dalam kisaran $1.026 hingga $4.035, sedangkan negara berpendapatan rendah memiliki pendapatan kurang dari $1.025. Klasifikasi ini penting untuk memahami dinamika ekonomi global.

4. Cluster Geografis: Pasar Utama Dunia

Amerika Utara dipimpin oleh Amerika Serikat sebagai ekonomi terbesar dunia, diikuti oleh Kanada dan Meksiko yang berfungsi sebagai pusat manufaktur. Di Eropa, wilayah Barat seperti Jerman, Inggris, dan Prancis menjadi pasar matang, sementara Eropa Timur menawarkan peluang baru meskipun menghadapi tantangan seperti korupsi. Asia Pasifik mendominasi perdagangan internasional melalui sektor otomotif dan teknologi tinggi, dengan negara-negara seperti Jepang, China, dan India memimpin.

5. Perjanjian dan Aliansi Perdagangan

Beberapa perjanjian perdagangan utama mendukung perdagangan internasional. NAFTA mengurangi tarif antara Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, sementara Uni Eropa membentuk pasar bebas terbesar dengan mata uang euro sebagai simbol persatuannya. ASEAN berfokus pada kerjasama ekonomi dan budaya di Asia Tenggara, sedangkan WTO mempromosikan perdagangan global dengan menetapkan aturan yang adil.

6. Perdagangan Internasional dan Neraca Pembayaran

Neraca pembayaran mencatat seluruh aliran uang yang masuk dan keluar dari suatu negara, termasuk perdagangan barang, jasa, wisata, dan bantuan luar negeri. Ketidakseimbangan dalam perdagangan, seperti defisit atau surplus, dapat memengaruhi stabilitas ekonomi suatu negara. Oleh karena itu, memahami neraca perdagangan dan neraca pembayaran menjadi penting dalam analisis ekonomi global.

7. Kurs Tukar dan Perdagangan

Kurs tukar berperan penting dalam menentukan daya saing produk suatu negara di pasar internasional. Fluktuasi nilai mata uang dapat memengaruhi volume ekspor dan impor, serta menentukan daya tarik produk lokal di pasar global. Mata uang euro yang diperkenalkan oleh Uni Eropa menjadi langkah besar dalam globalisasi ekonomi.

8. Keunggulan Kompetitif

Keunggulan kompetitif suatu negara dapat berupa keunggulan absolut, di mana negara tersebut mampu memproduksi barang dengan biaya lebih murah atau kualitas lebih tinggi, dan keunggulan komparatif, yaitu kemampuan untuk memproduksi barang tertentu lebih efisien dibandingkan barang lain. Selain itu, keunggulan kompetitif nasional melibatkan faktor-faktor seperti sumber daya, permintaan domestik, dan inovasi untuk memperkuat daya saing global.

9. Manajemen Bisnis Internasional

Dalam memperluas operasi internasional, perusahaan perlu memahami permintaan pasar di luar negeri dan melakukan adaptasi produk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan lokal. Praktik seperti outsourcing dan offshoring sering digunakan untuk mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi operasional. Manajemen yang efektif menjadi kunci keberhasilan bisnis internasional.

10. Hambatan Perdagangan Internasional

Hambatan dalam perdagangan internasional meliputi perbedaan dalam sistem ekonomi, hukum, dan politik, serta penerapan kuota, tarif, dan subsidi. Selain itu, hukum konten lokal dan regulasi bisnis juga dapat menjadi tantangan yang perlu diatasi oleh perusahaan yang ingin beroperasi di pasar global.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ETIKA DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL (BAB 2)

(BAB 8) ASPEK TEKNIK DAN OPERASI dalam STUDI KELAYAKAN BISNIS

(BAB 4) ASPEK HUKUM DALAM STUDI KELAYAKAN BISNIS