(BAB 3) DESAIN STUDI KELAYAKAN DAN ASPEK-ASPEK STUDI KELAYAKAN

 DESAIN STUDI KELAYAKAN DAN ASPEK-ASPEK STUDI KELAYAKAN

Nama: Oksi Wijaya Kusuma Efendi

NIM: 222010200195

Dosen Pengampu: Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M.

Prodi: Manajemen

Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo


Identifikasi Kesempatan Usaha

Identifikasi kesempatan usaha dapat dilakukan dengan menyimak bidang hasil usaha pokok, yaitu kedudukan pasar, sumber daya manusia, profitabilitas, sarana kerja, pengembangan usaha, tanggung jawab sosial, dan keuangan.

Identifikasi kesempatan usaha dapat dilakukan dengan cara:

  1. Belajar Ilmu manajemen usaha.
  2. Meminta jasa konsultan manajemen.
  3. Meminta jasa keluarga yang berpengalaman dalam usaha. Mengamati kompetitor dan tren industri untuk mendapatkan wawasan baru dan inspirasi inovasi.
  4. Mengikuti seminar atau workshop yang berkaitan dengan kewirausahaan dan pengembangan bisnis.
  5. Melakukan survei pasar untuk memahami kebutuhan dan preferensi konsumen.
  6. Menggunakan analisis SWOT untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi.

7 hal yang meliputi identifikasi kesempatan usaha

Berikut adalah pembahasan mengenai identifikasi kesempatan usaha, antara lain:
  1. Waktu Peluncuran Produk yang Tepat: Memilih waktu yang tepat untuk meluncurkan produk adalah kunci dalam strategi pemasaran. Peluncuran yang tepat waktu dapat menarik perhatian konsumen dan mendapatkan respons yang lebih baik dari pasar. Ini melibatkan analisis tren pasar, perilaku konsumen, dan aktivitas kompetitor untuk memastikan produk diperkenalkan pada saat yang paling strategis.
  2. Strategi Distribusi dan Manajemen Pemasaran: Menentukan strategi distribusi yang tepat dan manajemen pemasaran yang efektif sangat penting untuk memastikan produk mencapai konsumen dengan baik. Ini mencakup memilih saluran distribusi yang sesuai dan merancang kampanye pemasaran yang mampu menarik minat konsumen serta meningkatkan penjualan.
  3. Desain Produk dan Inovasi: Produk harus dirancang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Melibatkan inovasi dalam desain produk dan layanan dapat membuat produk lebih menarik dan relevan dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang. Kreativitas dan diferensiasi produk menjadi keunggulan kompetitif yang kuat.
  4. Pengalaman dan Sumber Daya Manusia: Keberhasilan usaha sangat bergantung pada pengalaman tim dalam mengelola bisnis serta kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Memiliki tim yang kompeten dan terampil akan membantu dalam menjalankan operasional bisnis dengan lebih efisien dan efektif.
  5. Kolaborasi dan Jaringan: Berkolaborasi dengan mitra strategis dapat membantu memperluas jaringan dan memperkuat posisi pasar. Dengan mitra yang tepat, bisnis dapat menjangkau lebih banyak konsumen dan meningkatkan daya saing di pasar.
  6. Teknologi Digital dan Efisiensi Operasional: Memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional dan akses ke pasar yang lebih luas sangat penting di era digital saat ini. Teknologi dapat membantu dalam proses produksi, distribusi, dan pemasaran sehingga bisnis dapat berjalan dengan lebih lancar dan efisien.
  7. Optimisme dan Citra Positif: Memiliki sikap optimis dan membangun citra positif sangat penting untuk menjaga semangat tim dan menarik perhatian konsumen. Citra positif juga membantu dalam membangun reputasi yang baik dan kepercayaan konsumen terhadap produk atau layanan yang ditawarkan.

Memanfaatkan Peluang Bisnis: Pandangan Para Ahli

Menurut Dr. D.J. Schwartz, pemanfaatan peluang bisnis dimulai dari keyakinan bahwa usaha dapat dilaksanakan. Ia menyarankan untuk menjauhkan kata-kata negatif seperti “tidak mungkin” dan “mustahil” dari pola pikir wirausahawan. Lingkungan yang stagnan sebaiknya dihindari karena dapat meredam kreativitas dan motivasi dalam berwirausaha. Dr. D.J. Schwartz menekankan pentingnya untuk terus bertanya pada diri sendiri, “Bagaimana usaha ini bisa dijalankan dengan lebih baik?” Selain itu, mendengarkan dan berdiskusi dengan orang lain akan memperluas wawasan dan membuka kemungkinan peluang baru.

Empat Unsur Kesuksesan dalam Berwirausaha

Paul Charlap menyatakan bahwa seorang wirausahawan perlu memiliki empat elemen penting untuk meraih kesuksesan:

  • Kerja Keras (Work Hard)
  • Kerja Cerdas (Work Smart)
  • Antusiasme (Enthusiasm)
  • Pelayanan (Service)

Tujuan dan Alasan Melakukan Investasi

Tujuan utama melakukan investasi adalah untuk menghasilkan pendapatan dan menciptakan kondisi finansial yang lebih baik di masa depan. Selain itu, investasi juga berfungsi untuk:

  • Mengurangi dampak inflasi
  • Menghemat beban pajak
  • Meningkatkan nilai aset dalam jangka panjang

 Aspek-Aspek dalam Studi Kelayakan Bisnis

Sebelum menjalankan sebuah usaha, penting untuk melakukan kajian dari berbagai aspek berikut:

  1. Aspek Hukum – Kepatuhan terhadap regulasi dan legalitas usaha.
  2. Aspek Pasar dan Pemasaran – Analisis permintaan, target konsumen, serta strategi promosi.
  3. Aspek Keuangan – Modal, arus kas, proyeksi keuntungan, dan sumber pembiayaan.
  4. Aspek Teknis/Operasional – Teknologi, lokasi, proses produksi, dan infrastruktur.
  5. Aspek Manajemen – Struktur organisasi, SDM, dan pengambilan keputusan.
  6. Aspek Sosial Ekonomi – Dampak usaha terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.
  7. Aspek Lingkungan – Efek kegiatan usaha terhadap ekosistem dan keberlanjutan.

Sumber Data dalam Studi Kelayakan

Untuk menyusun studi kelayakan bisnis yang akurat, perlu menggunakan dua jenis data utama:

  • Data Primer: Diperoleh langsung dari hasil survei dan wawancara.
  • Data Sekunder: Bersumber dari publikasi resmi seperti laporan Bank Indonesia, koran bisnis, atau jurnal ekonomi.

Kriteria Penilaian Proyek Bisnis

Dalam menilai kelayakan suatu proyek, berikut beberapa kriteria yang umumnya digunakan:

  • Intensitas faktor-faktor produksi
  • Luas dan kompleksitas proyek
  • Kemampuan menghasilkan devisa
  • Profitabilitas secara komersial dan nasional
  • Efektivitas terhadap pembangunan ekonomi

Inovasi dalam Bisnis

Inovasi menjadi faktor kunci dalam mempertahankan daya saing dan relevansi bisnis di pasar yang terus berubah. Melalui inovasi, perusahaan dapat menawarkan produk atau layanan baru yang memenuhi kebutuhan konsumen yang berkembang. Hal ini juga dapat membuka peluang pasar baru dan meningkatkan efisiensi operasional. 

Menghadapi Tantangan dalam Berwirausaha

Setiap wirausahawan pasti akan menghadapi tantangan yang beragam, mulai dari persaingan pasar, perubahan kebijakan, hingga fluktuasi ekonomi. Penting untuk selalu bersikap adaptif dan siap menghadapi perubahan. Dengan sikap proaktif dan strategi yang tepat, tantangan ini dapat diubah menjadi peluang yang menguntungkan.

Manfaat Jaringan dan Kolaborasi

Menjalin hubungan baik dengan pemangku kepentingan lain, seperti mitra bisnis, pelanggan, dan komunitas, dapat memberikan banyak manfaat. Kolaborasi membuka jalan untuk berbagi pengetahuan, sumber daya, dan inovasi yang dapat meningkatkan nilai tambah bagi semua pihak yang terlibat. Dengan membangun jaringan yang kuat, peluang bisnis dapat berkembang lebih luas dan lebih cepat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ETIKA DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL (BAB 2)

(BAB 8) ASPEK TEKNIK DAN OPERASI dalam STUDI KELAYAKAN BISNIS

(BAB 4) ASPEK HUKUM DALAM STUDI KELAYAKAN BISNIS